
Saya percaya, beda orang, beda cara, beda pengalaman dalam petualangannya sebagai penjuang working holiday visa (WHV Warriors). Terkadang meski sudah mengikuti tutorial yang sama, hasilnya belum tentu serupa. Begini, buat saya, petualangan itu dimulai :
23 September 2016 : Daftar imigrasi. Ceritanya dimulai dengan oboral soal jalan-jalan ke luar negeri, memanfaatkan masa muda, tapi masih dalam batas yang logis. Saya nggak percaya sama slogan, “tinggalkan pekerjaan, dan hore-hore tanpa memikirkan uang,” Plssssss, semua di dunia ini pake duit. Well, I’m not the Kardhasian, so yeah I have to work to earn money, and have FUN too!.
Ketika mendaftar via online :
Isi kolom IELTS : 5.50 (angan-angan)
Dana : AUD 5.100 (Ketika itu, duit di rekening bahkan nggak sampe 20% target)
Pekerjaan yang diinginkan : anything that make me happy.
25 September 2016 : Daftar IELTS di IALF, Plaza Kuningan, Jakarta. Ambil hari test yang paling dekat dan available. 8 Oktober 2016. Biaya : Rp 2,85 juta.
27 September 2016 : Sangat girang. Ternyata sudah dapat pengumuman jadwal wawancara di imigrasi tanggal 20 Oktober 2016. Perkiraan saya pada waktu itu baru dipanggil November.
8 Oktober 2016 : test IELTS. Sebelumnya, cuma belajar empat hari. Atau dalam pegalaman saya, cuma buka-buka youtube tante LIZ. Dan minta tolong temen test speaking. Karena kekhawatiran saya yang terbesar adalah speaking. And I was WRONG. Pas hari test, saya sadar kelemahan saya yang paling kentara adalah writing.
Nah, setelah test IELTS ini adalah periode kritis (almost gave up). Karena saya sadar sesadar-sadarnya, hasil IELTS baru keluar tanggal 21 Oktober 2016. Kegalauan juga ditambah dengan urusan memenuhi rekening tabungan. Saya bikin daftar 15 orang teman, rekan kerja, dan bos yang bisa dimintai tolong pinjemin duit. I thought it was easy, but It’s NOT!
Dari 15 orang itu, 7 orang orang menyatakan tidak dapat membantu karena alasan yang saya mengerti dan pahami, dua orang lain, saya nggak tega minta tolongnya. Alhasil, rekening saya baru mencapai target di tanggal 19 Oktober. Ketika itu, jam 3 sore langsung ke Bank. 20 Oktober pagi baru dapat surat referensi bank.
20 Oktober 2016 : wawancara sama Ibu Dely di kantor Imigrasi Kuningan. Datang setengah 10 pagi. Dan diwawancara jam 2an siang. Nomor antrean 88. Pertanyaan kapan, mau apa ke OZ, sudah ada kenalan atau belum. Mudah dijawab. Saya jawab Melbourne soal tempat yang pingin dituju. Padahal, saya nggak tahu persisi bentuknya Melbourne bagaimana.
Pas bagian “Ini hasil IELTSnya mana ya?”. Tadaaaaaaa, saya bilang baru keluar tanggal 21 Oktober. Bu Dely pun nggak banyak tanya, dan langsung kasih alamat emailnya. Petugas yang sangat friendly. Saya kirim hasil IELTS dengan score 6.00 keesokan hari.
25 Oktober 2016 : Surat sakti dari Imigrasi itupun keluar.
28 Oktober 2016 : Pas gajian, langsung ke AVAC di Kuningan City. Biaya Rp 4,85 juta. Baru tahu ternyata nggak boleh bawa laptop ke ruang tunggu. Harus dititipin ke Satpam. Mesti bayar biaya penitipan Rp 20 ribu. Ya sudah.
1 November 2016 :HAP ID untuk Medical Check Up keluar. Langsung reservasi Premier Jatinegara untuk MCU tanggal 2 November. Karena saya perokok, jadi dari tanggal 29 Oktober untuk sementara nggak ngerokok dulu, dan minum bear brand 2 kali sehari. Hidup pun terasa sehat.
2 November 2016 : setelah bertahun-tahun nggak ke RS. Ternyata baru tahu, tekanan darah 110/40, baca huruf/angka kecil-kecil alhamdullilah masih bisa, dan berat badan 74 kg. Saya pikir selama ini 70 kg. Biaya Rp 895 ribu.
7 November 2017 : GRANTED
Setelah visa sudah granted, pekerjaan tentu belum selesai. Yang jelas, saya balik-balikin duit pinjeman dulu ke teman-teman. Selanjutnya saya mulai berkenalan dengan orang-orang di grup Facebook WHV Indonesia. Ini buat mencari info pekerjaan di Oz.
Singkat cerita, berkenalan lah saya dengan seorang pemuda berumur 24 tahun, panggil saja Davi, yang kepingin banget pergi ke Tasmania. Ketika itu, dia sudah tiga bulanan di Oz, mulai perjalanan dari Sydney, terus ke sekitar Queensland.
Berdikusilah kami. Pikiran saya ketika itu, “Bentuknya Melbourne aja gw nggak tahu, apalagi Tasmania. Sepertinya jarang banget orang Indonesia di Tasmania. But hey. Ini bisa menjadi tempat permulaan WHV life yang baik. Nggak ada salahnya dicoba,”
2 Desember 2016 : Mengajukan surat resign ke redaksi Investor Daily (one month notice).
Di pekan-pekan berikutnya, persiapannya adalah beli tiket Jakarta-Sydney. Harga GIAA Rp 4 juta. Kemudian, belajar nyetir mobil manual.
16 Desember 2016 : Bikin SIM A. Rp 125 ribu. Kalian pikir dengan sekali test saya bisa langsung lolos? Ahahaha. Ada rahasianya.
19 Desember 2016 : Bikin SIM International Rp 250 ribu. Di hari ini pula, blog faridfantasy.com lahir. Setelah dua minggu sebelumnya melewati masa percobaan, mulai dari beli domain sampai mencari theme yang lucuk.
Tanggal 20 Desember dan seterusnya kembali ke masa kritis, karena job farm di Tassie belum diamankan. Sempat melamar job packing cherry, tapi sudah full. Akhirnya ada lowongan kerja packing sayuran di kawasan Fort, TAS. Ini berkat kegesitan Davi. Dia punya semangat tinggi.
28 Desember 2016 : I got the job! Setelah itu, langsung beli tiket Sydney-Launceston. Harga Rp 1,9 juta, Virgin Australia.
30 Desember 2016 : Hari terakhir bekerja sebagai reporter di koran Investor Daily
1 Januari 2017 : My flight to Sydney.
2 Januari 2017 : My flight to Tasmania.
Special thank to Efi Yanuar , rencana ini sedikit banyak terinspirasi dari pengalaman dia. Gloria Natalia Dolorosa, sangat menolong di detik-detik terakhir. Anggi M Lubis , blog ini lahir berkat dia.

“… when we hit the tunnel, all the sound got scooped up into a vacuum, and it was replaced by a song on the top player. A beautifull song called “Landslide.” When we got out of the tunnel, Sam screamed this really fun scream, and there it was. Downtown. Lights on building and everything that makes you wonder. Sam sat down and started laughing. Patrick started laughing. I started Laughing. And in that moment, I swear we were infinite” page 39. The Perk of Being a Wallflower

January 8, 2017 at 6:25 am
Apaaaaah… Hari terakhir lo kerja di ID tanggal 30 Desember? Gokilll!!!! Kagak pake liburan dulu. Mangstab!!!